Komunitas Inisiatif Telaah Arsitektur
Muka | Kontak | Buku tamu

Tentang KITA

Tentang KITA
Kegiatan
Berita & Artikel
Foto
Award
Keanggotaan
Merchandize
  SEMARANG 2020 – COME TO THE HUMANIZING CITY    
 

Tribute to Herman Thomas Karsten 1914 – 2004


Merupakan harapan kita semua untuk bersama-sama masuk dan menyongsong kota Semarang yang humanis pada tahun 2020, yang diharapkan bisa dimulai pada tahun ini dan merupakan gerakan (movement) seluruh masyarakat Kota Semarang mulai dengan cara-cara yang sederhana dan dimulai di tingkat yang paling kecil yakni keluarga sampai skala kota.

Untuk menuju kota Semarang yang lebih humanis maka melalui permenungan dan pemikiran panjang, KITA mengambil satu tema:

HUMANIZING SPACE COME FROM HUMANIZATION OF DESIGN

Pada dasarnya peran sebuah perencanaan adalah sangat penting, untuk itu dibutuhkan sebuah ‘humanization’, suatu kondisi, pengorganisasian dan ketaatan (komitmen) untuk melaksanakan sebuah perancangan arsitektur yang manusiawi.


Tentang Karsten
Biografi singkat seorang arsitek yang mungkin tidak banyak dikenal sebaik orang mengenal karya-karyanya... (lanjut)

 

Galeri foto
Galeri foto yang memperlihatkan karya-karya Karsten di kota Semarang. Sebagian dari karya-karyanya masih terawat dengan baik hingga kini... (lanjut)

 

Event
Untuk kali pertama KITA telah mengadakan kegiatannya. Seminar dan pameran yang berlokasi di Gedung Lawang Sewu Semarang... (lanjut)


SEKILAS TENTANG K I T A

Merupakan akronim dari Komunitas Inisiatif Telaah Arsitektur, selanjutnya disingkat KITA. Pada awalnya merupakan sebuah paguyuban ( community ) orang-orang yang berlatar belakang pendidikan yang sama, yakni jurusan Teknik Arsitektur. Mencoba peduli terhadap arsitektur ( bangunan, lingkungan dan manusia) karena melihat dan merasakan ketimpangan hidup berarsitektur di kota Semarang yang semakin sesak dan kurang bersahabat, bahkan terkadang kurang manusiawi dengan alasan yang klasik yakni tuntutan ekonomi. Sejauh mana kebenaran alasan tersebut, justru itulah yang perlu kita telaah bersama. Maka dalam merumuskan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan didasarkan pada kesesuaian ciri-ciri sebuah paguyuban (menurut Bernard J Lee ciri-ciri paguyuban /kelompok kecil) antara lain :

  1. Adanya ikatan hati - peduli ; merupakan sikap dasar yang akan saling menguatkan antar pribadi manusia apabila dalam satu pekerjaan (masyarakat) ada ikatan hati yang melandasi kepedulian terhadap sesama manusia.
  2. Perjuangan bersama, arah dan tujuan yang sama ; menyadari bahwa pekerjaan yang besar apabila arah - tujuannya sama, dalam hal ini memperjuangkan kehidupan berarsitektur yang humanis, akan lebih efektif karena di dukung oleh komunitas-komunitas yang ada di dalam masyarakat (jw ; semangat nyengkuyung).
  3. Ada komunikasi yang hidup dan mendalam ; merupakan budaya yang harus dikembangkan untuk melepaskan sumbatan komunikasi antar sesama yang terkadang menjadi sumber pertikaian. Arsitekturpun perlu dikomunikasikan supaya pesan-pesan positif sampai kepada masyarakat.
  4. Bermakna bagi lingkungan dan anggota-anggotanya - azas manfaat ; hal ini yang mendorong sebuah komunitas untuk menghasilkan sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi kehidupan manusia, maka sifat kegiatan dipilih yang bersifat direksional-operasional.
  5. Solider - bela rasa ; hilangnya arsitektur yang humanis muncul karena salah satunya tidak ada lagi emosi solider dalam masyarakat, seolah-olah arsitektur menjadi soal antara arsitek dan pemberi tugas belaka padahal produk arsitektur selalu bersinggungan dengan masyarakat.
  6. Ada pertemuan rutin/ ada kegiatan ; sebagai wahana berinteraksi bagi para anggota-anggotanya, baik dalam acara internal komunitas maupun eksternal dengan semua pihak yang terkait.
Dengan landasan dan tujuan yang sama maka paguyuban tersebut bersifat terbuka dan independen artinya tidak ada sekat yang membatasi untuk berekspresi sejauh tidak bertentangan dengan norma-norma kehidupan secara universal, serta tidak berlindung dibawah institusi manapun, serta tidak melihat dari mana asal perguruan tingginya.

Diharapkan telaah-telaah yang dilakukan oleh KITA dapat bersifat obyektif, dapat dipertanggungjawabkan dan dapat diukur hasilnya. Di masa mendatang paguyuban ini dapat berkembang menjadi kelompok-kelompok kecil yang bekerja sesuai kajian-kajian yang dipilihnya (communion of community). Maka KITA, walaupun para anggotanya berlatar pendidikan Teknik Arsitektur namun dalam kajian-kajian dan telaahnya akan melibatkan dari disiplin ilmu manapun sesuai dengan tema yang sedang dikaji. Bebas dari unsur SARA dan bersifat nirlaba.


Visi : Hidup berarsitektur secara manusiawi

Misi : Mengembangkan gerakan masyarakat untuk hidup berarsitektur secara manusiawi.

Dideklarasikan di Semarang pada tanggal 23 Juli 2004

Alamat sekretariat : Jl. Durian Utara II – Graha Prasetya raya B-3 Perum KORPRI Pedalangan Banyumanik - Semarang 50268 Telpon : 024 – 70124079 Faksimile : 024 – 7462045 Email : tomkarsten04@yahoo.com

 
       


Copyright©KITA 2004
This site and all of its content are protected by law