Komunitas Inisiatif Telaah Arsitektur
Muka | Kontak | Buku tamu

Kegiatan

Kegiatan
  Dari waktu ke waktu, KITA akan selalu mengadakan kegiatan yang melibatkan masyarakat serta pemerintahan setempat.
Kegiatan KITA bulan Desember tahun 2004
Jadwal Kegiatan
 

BENTUK KEGIATAN :

  1. Sarasehan / Diskusi, - Yang intinya menyadarkan, mengajak secara direksional, operasional warga Kota Semarang untuk memperhatikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan kehidupan berarsitektur dengan cara yang paling sederhana. - Dimulai dari contoh konkrit bagaimana pentingnya GS/IMB, masalah sampah, limbah, tempat bekerja, kenyamanan berlalu lintas, tempat belajar, pemanfaatan ruang publik, penghijauan, daerah resapan air, limpasan air laut, kebersihan, keasrian lingkungan skala rumah sampai dengan skala lingkungan kota. - Pentingnya peraturan, penegakan peraturan, konsistensi perencanaan dan pelaksanaan Rencana Kota. - Keberpihakan aparat dan praktisi pengembang perkotaan terhadap kebutuhan primer masyarakat kecil, lemah, miskin dan tersingkir. - Revitalisasi struktur birokrasi pemerintah kota ( BKPMD, DTK, PU ) sehingga punya vitalitas baru dalam memandang Semarang di masa mendatang.
  2. Penerbitan buku, - Menerbitkan buku “ziarah arsitektural” tentang pemikiran dan karya Ir. Herman Thomas Karsten saat tinggal di Semarang. Dijual. - Menerbitkan buku kenangan acara ini, di mana didalamnya berisi penyadaran-penyadaran dalam bentuk, tulisan, peraturan, sketsa, imaginasi, dll. Dijual. - Brosur, leaflet. Tentang tekad warga dan pemerintah kota Semarang untuk memperhatikan dan melaksanakan langkah-langkah menuju Kota Semarang yang lebih manusiawi. Dibagikan gratis.
  3. Semarang Performing Art, - Merupakan acara insidental yang secara fisik dapat langsung dilihat dan dirasakan oleh warga Kota Semarang, bersifat stimulan, misal pembuatan grafiti, pengecatan rumah di kampung kumuh, fungsi taman atau ruang publik yang sesungguhnya, apa itu sculpture kota, apa itu street furniture, dll. Yang dikemas secara ringan tapi mengena. - Seni pentas, seni musik dan Arsitektur ( Erwin Gutawa, Jay Subiyakto, anaknya Han Awal, AMI, dkk ) untuk publik Kota Semarang. - Imaginasi artis tentang Semarang 2020 yang dituangkan dalam ; poster, maket, perspektif dll.
  4. Jalan-jalan di Pecinan dan Kota lama, - Dikemas dalam bentuk pasar tradisional dalam perspektif saat ini (Pasar Semawis ). - Sejauhmana Pemkot sebagai fasilitator pengembangan kepariwisataan kaitannya dengan aset arsitektur, sejarah dan budaya yang pernah ada di masa lampau. Karena saat ini kota lama tetap saja mati suri.
  5. Pameran, - Menampilkan karya Ir. Herman Thomas Karsten, produk furniture masa kolonial, artwork, elemen estetis, dekorasi interior, sculpture skala kota/ rumah, lukisan sejarah, tulisan tentang Semarang tempo doeloe sampai dengan Semarang masa depan. - Dimungkinkan diikuti oleh pengembang, konsultan, kontraktor, pabrik furniture klasik kolonial. - Produk-produk pemkot Semarang mengenai peraturan-peraturan daerah dan UPT (Unit Pelayan Terpadu). Pemutihan IMB.

 

Mengapa Harus Karsten

Sadar atau tidak bahwa karya dia diakui memiliki makna yang dalam bila ditilik dari sudut humanisme, dapat diterima (acceptable) oleh masyarakat pada saat dulu bahkan saat ini, dan memiliki unsur kesejarahan (historically) bagi bangsa maupun bagi dunia arsitektur di Indonesia.

Selain merancang gedung dia juga merancang kawasan kota di berbagai kota di Indonesia, lengkap dengan detail dan peraturannya. Meninggal pada tahun 1945 di Cimahi karena internir oleh Jepang dan saat ini pada tahun 2004 kita peringati 90 tahun dia berkarya. Maka tidaklah berlebihan kalau kita saat ini mengangkat jiwa arsitekturalnya untuk digali dan dikembangkan demi masa depan Kota Semarang yang lebih manusiawi.

Renungan :

Kota terus berkembang dan berubah, bangunan lama dirubuhkan dan digantikan dengan yang baru. Kota, melalui arsitekturnya, sarat dengan memori yang terbentuk dari jalinan dan kumpulan pengalaman banyak orang. Hilangnya sebuah bangunan dapat disamakan dengan hilangnya satu sel memori masyarakat yang amat berharga, hilangnya satu bagian penting dari identitas kota dan identitas kita sendiri. Oleh karena itulah anamnesis ini menjadi amat penting artinya, dalam rangka menjaga agar memori itu dapat tetap hidup walaupun bangunan-bangunan satu persatu lenyap atau berubah rupa. Apa yang sudah hilang tidak dapat kembali lagi. Namun semoga setiap kehilangan dapat menjadi pelajaran untuk mempertahankan apa yang masih tersisa, agar kota kita tidak kehilangan ingatan untuk selama-lamanya. ( Diambil dari Sekapur Sirih Buku Ziarah Arsitektural Katedral St. Petrus Bandung- Terbitan FORIS Architecture & Communication Bandung, Indonesia. 2002 ).

Nama Kegiatan :

SEMARANG 2020 - COME TO THE HUMANIZING CITY Tribute to Herman Thomas Karsten 1914 - 2004

Tema :

HUMANIZING SPACE COME FROM HUMANIZATION OF DESIGN

Pikiran kunci :

Dalam even ini kita tidak ingin terjebak dalam pola nostalgia, kita juga tidak sedang melakukan perjalanan sentimental dan sekedar mengenang lagu-lagu lama atau kagum dengan ornamen bangunan lengkap dengan lansekap aransemen yang tidak beranjak dari komposisi orisinal. Kita sedang melakukan anamnesis, untuk menyadarkan masyarakat serta membuktikan sekaligus mengaktualisasikan karya itu mampu menembus waktu yang bisa di rasakan dari perspektif zaman sekarang dan menjadikan peristiwa ini sebagai dasar yang kokoh untuk membangun kota yang lebih humanis.

Latar belakang :

Multi krisis sejak tahun 1998 ternyata masih dirasakan dampaknya hingga saat ini, situasi sosial dan ekonomi dirasakan paling berat bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, tidak terkecuali bagi masyarakat Kota Semarang. Saat ini masyarakat tengah terjangkiti suatu penyakit penurunan fungsi “organ” dalam kehidupan berbangssa dan bernegara (termasuk di dalamnya bermasyarakat). Bahkan keadaan ini diperparah oleh “virus” yang merusak sendi-sendinya. Istilah atrofi diambil dari ilmu kedokteran yang artinya penyusutan organ yang mengakibatkan penurunan kemampuan untuk menjalankan fungsi secara normal. Jika atrofi terjadi pada otak, maka sel-sel otak akan gagal berfungsi seperti keadaan normalnya. Carut marut kondisi masyarakat akibat virus tadi sungguh kita rasakan, tidak terkecuali arsitektur sebagai produk sosial dan sejarah kehidupan manusia di masa lalu, turut tercermin dalam wajah kota. Karena secara fisik arsitektur merupakan saksi sejarah hidup manusia di mana di dalamnya terdapat catatan-catatan manusia dalam berkehidupan. Gejala keengganan masyarakat (termasuk pemerintahan) untuk mempelajari kebudayaan melalui sejarah (arsitektur) pada masa lampau dan rendahnya pemahaman masyarakat tentang bagaimana hidup berarsitektur merupakan awal kegagalan dalam proses pembelajaran sosial masyarakat. Masyarakat hendaknya disadarkan pula bahwa sejarah penjajahan Belanda tidak semuanya meninggalkan stigma kepahitan dalam hidupnya, karena tidak semua oknum penjajah mempunyai sikap yang sama yakni semata-mata menjajah. Salah satu peninggalan dalam bidang pendidikan khususnya berarsitektur adalah karya Herman Thomas Karsten, di mana pemikiran dan karyanya sungguh di akui turut meletakkan dasar-dasar perkotaan di masa lampau. Sejarah arsitektur tidak melulu diperuntukkan bagi dunia akademis, justru saat inilah kita disadarkan bahwa tujuan akhir berarsitektur ialah turut berperan menciptakan komunitas manusia yang lebih humanis.

Tujuan :

  1. Menyadarkan kepada masyarakat kota Semarang ( tidak terkecuali ) bahwa kita pernah memiliki sebuah konsep kota yang dirancang oleh arsitek Belanda yang anti penjajahan.
  2. Secara khusus untuk Pemerintah Kota Semarang ( baik eksekutif maupun legislatif ) hendaknya cepat sadar bahwa saat inilah waktunya untuk lebih peka, konsekuen dan mempunyai komitmen yang tinggi dalam menjalankan perencanaan kota.
  3. Mengajak masyarakat Kota Semarang untuk kritis terhadap kebijakan pemerintah terutama yang berkaitan dengan perencanaan kota dan keberpihakan kepada masyarakat kecil, lemah, miskin dan tersingkir.

Sasaran :

Warga Kota Semarang : para pengambil kebijakan di lingkungan pemerintahan, akademisi, institusi pendidikan, LSM, padagang, pengembang perumahan, dll.

Bentuk Kegiatan :

  • Sarasehan,
  • Permorfming Art
  • Penerbitan buku
  • Wisata Kota
  • Pameran
  • Award
15 Desember 2004

Pembukaan pk 09.00-10.00

Pameran pk 10.00-21.00


16 Desember 2004

Pameran pk 09.00-21.00

Pelantikan Pengurus HAPBI (Himpunan Ahli Perawatan Bangunan DPD-Jateng) pk 10.00-12.00


17 Desember 2004

Pameran pk 09.00-21.00

Seminar pk 09.00-16.00

Pembicara:


Ir. Albertus Sidharta, MSA (Arsitektur & Lingkungan)

Ir. Antonius Ardiyanto, MT (Arsitektur & Bangunan)

DR. Ir. Krisprantono (Arsitektur & Konservasi)

Moderator:

Ir. C. Sri Gayatri


18 Desember 2004

Pameran pk 09.00-21.00

Seminar pk 09.00-16.00

Pembicara:


Ir. AMS. Darmawan, Bldg (Arsitektur & Bangunan)

Ir. Agung Prijo Oetomo (Regulasi & Kebijakan Pembangunan)

Drs. Darmanto Jatman, SU (Psikolog - Budayawan)

Moderator:

Ir. Totok Roesmanto, M. Eng

Award pk 19.00-21.00


19 Desember 2004

Pameran & penutupan pk 09.00-21.00

       


Copyright©KITA 2004
This site and all of its content are protected by law