Komunitas
Inisiatif Telaah Arsitektur |
|
Kegiatan |
| Dari waktu ke waktu, KITA akan selalu mengadakan kegiatan yang melibatkan masyarakat serta pemerintahan setempat. |
Kegiatan KITA bulan Desember tahun 2004
|
Jadwal Kegiatan | |
|
BENTUK KEGIATAN :
Mengapa Harus Karsten Sadar atau tidak bahwa karya dia diakui memiliki makna yang dalam bila ditilik dari sudut humanisme, dapat diterima (acceptable) oleh masyarakat pada saat dulu bahkan saat ini, dan memiliki unsur kesejarahan (historically) bagi bangsa maupun bagi dunia arsitektur di Indonesia. Selain merancang gedung dia juga merancang kawasan kota di berbagai kota di Indonesia, lengkap dengan detail dan peraturannya. Meninggal pada tahun 1945 di Cimahi karena internir oleh Jepang dan saat ini pada tahun 2004 kita peringati 90 tahun dia berkarya. Maka tidaklah berlebihan kalau kita saat ini mengangkat jiwa arsitekturalnya untuk digali dan dikembangkan demi masa depan Kota Semarang yang lebih manusiawi. |
Renungan : Kota terus berkembang dan berubah, bangunan lama dirubuhkan dan digantikan dengan yang baru. Kota, melalui arsitekturnya, sarat dengan memori yang terbentuk dari jalinan dan kumpulan pengalaman banyak orang. Hilangnya sebuah bangunan dapat disamakan dengan hilangnya satu sel memori masyarakat yang amat berharga, hilangnya satu bagian penting dari identitas kota dan identitas kita sendiri. Oleh karena itulah anamnesis ini menjadi amat penting artinya, dalam rangka menjaga agar memori itu dapat tetap hidup walaupun bangunan-bangunan satu persatu lenyap atau berubah rupa. Apa yang sudah hilang tidak dapat kembali lagi. Namun semoga setiap kehilangan dapat menjadi pelajaran untuk mempertahankan apa yang masih tersisa, agar kota kita tidak kehilangan ingatan untuk selama-lamanya. ( Diambil dari Sekapur Sirih Buku Ziarah Arsitektural Katedral St. Petrus Bandung- Terbitan FORIS Architecture & Communication Bandung, Indonesia. 2002 ). Nama Kegiatan : SEMARANG 2020 - COME TO THE HUMANIZING CITY Tribute to Herman Thomas Karsten 1914 - 2004 Tema : HUMANIZING SPACE COME FROM HUMANIZATION OF DESIGN Pikiran kunci : Dalam even ini kita tidak ingin terjebak dalam pola nostalgia, kita juga tidak sedang melakukan perjalanan sentimental dan sekedar mengenang lagu-lagu lama atau kagum dengan ornamen bangunan lengkap dengan lansekap aransemen yang tidak beranjak dari komposisi orisinal. Kita sedang melakukan anamnesis, untuk menyadarkan masyarakat serta membuktikan sekaligus mengaktualisasikan karya itu mampu menembus waktu yang bisa di rasakan dari perspektif zaman sekarang dan menjadikan peristiwa ini sebagai dasar yang kokoh untuk membangun kota yang lebih humanis. Latar belakang : Multi krisis sejak tahun 1998 ternyata masih dirasakan dampaknya hingga saat ini, situasi sosial dan ekonomi dirasakan paling berat bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, tidak terkecuali bagi masyarakat Kota Semarang. Saat ini masyarakat tengah terjangkiti suatu penyakit penurunan fungsi “organ” dalam kehidupan berbangssa dan bernegara (termasuk di dalamnya bermasyarakat). Bahkan keadaan ini diperparah oleh “virus” yang merusak sendi-sendinya. Istilah atrofi diambil dari ilmu kedokteran yang artinya penyusutan organ yang mengakibatkan penurunan kemampuan untuk menjalankan fungsi secara normal. Jika atrofi terjadi pada otak, maka sel-sel otak akan gagal berfungsi seperti keadaan normalnya. Carut marut kondisi masyarakat akibat virus tadi sungguh kita rasakan, tidak terkecuali arsitektur sebagai produk sosial dan sejarah kehidupan manusia di masa lalu, turut tercermin dalam wajah kota. Karena secara fisik arsitektur merupakan saksi sejarah hidup manusia di mana di dalamnya terdapat catatan-catatan manusia dalam berkehidupan. Gejala keengganan masyarakat (termasuk pemerintahan) untuk mempelajari kebudayaan melalui sejarah (arsitektur) pada masa lampau dan rendahnya pemahaman masyarakat tentang bagaimana hidup berarsitektur merupakan awal kegagalan dalam proses pembelajaran sosial masyarakat. Masyarakat hendaknya disadarkan pula bahwa sejarah penjajahan Belanda tidak semuanya meninggalkan stigma kepahitan dalam hidupnya, karena tidak semua oknum penjajah mempunyai sikap yang sama yakni semata-mata menjajah. Salah satu peninggalan dalam bidang pendidikan khususnya berarsitektur adalah karya Herman Thomas Karsten, di mana pemikiran dan karyanya sungguh di akui turut meletakkan dasar-dasar perkotaan di masa lampau. Sejarah arsitektur tidak melulu diperuntukkan bagi dunia akademis, justru saat inilah kita disadarkan bahwa tujuan akhir berarsitektur ialah turut berperan menciptakan komunitas manusia yang lebih humanis. Tujuan :
Sasaran : Warga Kota Semarang : para pengambil kebijakan di lingkungan pemerintahan, akademisi, institusi pendidikan, LSM, padagang, pengembang perumahan, dll.Bentuk Kegiatan :
|
15 Desember 2004
Pembukaan pk 09.00-10.00 Pameran pk 10.00-21.00 16 Desember 2004 Pameran pk 09.00-21.00 Pelantikan Pengurus HAPBI (Himpunan Ahli Perawatan Bangunan DPD-Jateng) pk 10.00-12.00 17 Desember 2004 Pameran pk 09.00-21.00 Seminar pk 09.00-16.00 Pembicara: Ir. Albertus Sidharta, MSA (Arsitektur & Lingkungan) Ir. Antonius Ardiyanto, MT (Arsitektur & Bangunan) DR. Ir. Krisprantono (Arsitektur & Konservasi) Moderator: Ir. C. Sri Gayatri18 Desember 2004 Pameran pk 09.00-21.00 Seminar pk 09.00-16.00 Pembicara: Ir. AMS. Darmawan, Bldg (Arsitektur & Bangunan) Ir. Agung Prijo Oetomo (Regulasi & Kebijakan Pembangunan) Drs. Darmanto Jatman, SU (Psikolog - Budayawan) Moderator: Ir. Totok Roesmanto, M. Eng Award pk 19.00-21.00 19 Desember 2004 Pameran & penutupan pk 09.00-21.00 |
|
