Komunitas
Inisiatif Telaah Arsitektur |
|
Berita & Artikel |
Berita
terkait: |
||||
Seputar Semarang, Edisi 69 Tahun II 21-27 Desember 2004
Karya-karya Karsten DipamerkanMinat masyarakat untuk menyaksikan foto-foto bangunan kuno di Semarang cukup bagus. Terbukti, dari suasana Gedung Lawang Sewu mulai Rabu (15/12) sampai Minggu (19/12) pekan lalu lain dari biasanya. Selama lima hari tersebut, bangunan kuno yang selama ini dibiarkan tanpa aktivitas itu ramai dikunjungi warga Kota Semarang dari segala lapisan. Ada yang datang sendirian sampai rombongan siswa-siswi sekolah yang dipandu guru kelas mereka masing-masing. Bangunan kuno yang dulunya digunakan sebagai kantor Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschapij (NIS) tersebut, selama lima hari dipergunakan untuk memamerkan karya monumental arsitek kenamaan Belanda Ir Herman Thomas Karsten. Kebanyakan para pengunjung merasa kagum dengan foto-foto yang ditampilkan. Terlebih lagi, pameran tersebut diadakan di Lawang Sewu, ikon utama Kota Semarang yang konon banyak dihuni oleh makhluk dari “dunia lain” tersebut. Ironisnya, bayak di antara mereka yang tidak tahu bahwa Lawang Sewu bukan merupakan karya Thomas Karsten, tetapi masterpiece yang dihasilkan oleh C Citroen dari Firma JF Klinkhamer dan BJ Quendag dari Belanda. Kegitan yang diselenggarakan KITA (Komunitas Inisiatif Telaah Arstitektur) tidak hanya memamerkan karya-karya Karsten yang terdapat di Kota Semarang. Dua kegiatan lain yang juga digelar yaitu seminar dan pemberian award bagi institusi atau perorangan yang kebetulan memiliki atau menggunakan bangunan bersejarah dan dianggap memperhatikan kelestariannya. Menurut penjelasan Ketua Panitia Semarang Menuju Kota yang Humanis, Kriswandhono ST, pameran tersebut bertujuan untuk menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat terhadap bangnan kuno sekaligus kepekaan terhadap kualitas ruang kota, suatu hal yang sekarang sudah menjadi hal yang langka. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Wakil Wali Kota Semarang Muchatif Adi Subrata, yang kemudian didaulat untuk membubuhkan tandatangan pada sebuah bidang foto sekaligus memotong pita.(e) (Basuni/Chandra) |
Radar Semarang, Kamis, 16 Desember 2004
Gugah Kepedulian Melalui FotoBerawal dari keprihatinan terhadap kondisi bangunan kuno yang kurang diperhatikan pemerintah, Komunitas Inisiatif Telaah Arsitektur menggelar pameran karya Thomas karsten, Rabu (15/12). Ironisnya, pameran justru digelar di Gedung Lawang Sewu yang bukan salah satu karya Karsten. Sebagian besar bangunan karya Karsten saat ini justru terbengkalai dan kurang terawat. Pameran foto yang diminati masyarakat dari berbagai kalangan ini digelar dalam rangka memperingati 90 tahun kedatangan Karsten ke Semarang pada 1914 silam. Sosoknya dianggap istimewa bagi kalangan arsitek Semarang. Karsten dinilai banyak menelurkan karya arsitektur yang humanis dan ramah lingkungan sosial. Selain itu, Karsten juga telah dianggap sebagai peletak dasar planologi Kota Semarang, selain juga kota-kota lain seperti Malang, Batavia, dan Bandung. "Kami tidak melihatnya sebagai orang Belanda, tapi karya-karyanya terbukti banyak mengadopsi budaya asli Indonesia," ujar sekretaris panitia pelaksana Ir Rizal Syahrial. Beberapa karya Karsten yang terkenal di Semarang ini, antara lain, Pasar Johar, Pasar Rejosari, Taman Diponegoro, Gedung Kesenian Sobokarti, termasuk bangunan RS Elisabeth. "Kami menilai karya-karyanya itu sangat humanis karena selalu mengedepankan kenyamanan dan ketenangan bagi masyarakat," tambah Rizal. Karena itu, dia berharap dengan adanya pameran ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap bangunan kuno. Harapannya, dapat menjadi faktor pendorong bagi pemerintah untuk menjaga kelestarian bangunan kuno. Beberapa karya Karsten sendiri saat ini sudah tampak kurang terawat. Karena itu, pameran digelar di Lawang Sewu yang bukan karya Karsten. "Lawang Sewu cuma kami anggap sebagai ikon Semarang saja, bukan salah satu karya Karsten," ucap Rizal. Pemkot Semarang seperti disampaikan Wakil Wali Kota Muchatif Adi Subrata mengatakan, selama ini pihaknya telah berusaha melindungi bengunan konservasi. Salah satu bentuknya, dengan melarang pengubahan bentuk bangunan. (nif) |
Karya-karya Karsten Dipamerkan (Seputar Semarang) | ||
| Gugah Kepedulian Melalui Foto (Radar Semarang) | ||||
| Mengenang Karsten di Lawang Sewu (Suara Merdeka) | ||||
| Arsitek Kota-kota Besar Hindia Belanda (Suara Merdeka) | ||||
| Stoomvart Matschappij Nederland (Seputar Semarang) | ||||
| Prihatin Perubahan Peruntukan Simpanglima (Seputar Semarang) | ||||
| Sosok Humanis yang Meninggalkan Karya Besar (Seputar Semarang) | ||||
| Thomas Karsten dan Karya Besarnya (Kompas Edisi Jawa Tengah) | ||||
| Memimpikan Semarang yang Lebih Humanis... (Kompas Edisi Jawa Tengah) | ||||
| Antara harapan dan perjuangan (Kompas) | ||||
